Selasa, 09 April 2013


WAK SOB COMMUNITY
                                                                                                           
            Kalau sudah tamat SMP, pasti kangen semasa masih SMP dulu. Kalau sudah tamat SMA, pasti bilang masa-masa SMA itu takkan terlupakan. Hmmm... Sama juga juga halnya kalau kita sudah tamat kuliah. Pasti merindukan momen-momen tertentu dimana kenangan itu terasa berharga. Dari kenangan indah semasa kuliah inilah cerita ini berawal.
            Ada yang bilang kalau semasa kuliah kita bisa berjuang sendiri dengan semua kemampuan kita. Gak boleh bentuk-bentuk kelompok karena akan membatasi pertemanan. Dan juga ada yang bilang, membuat grup-grup tertentu dalam suatu kelas sesuai dengan kecocokan mereka masing-masing, ya sah-sah saja. Hmm... Menurut aku pribadi , aku lebih memilih pilihan yang kedua. Karena kita gak selamanya bekerja sendiri. Pasti ada tangan-tangan kecil milik orang lain yang bekerja di dalam hidup kita. I belive with that!
            Memang kedengaran aneh di telinga. Nama Wak Sob Community ini lebih terasa asing dan agak lazim bagi orang yang baru mendengarnya. Didasari dari sapaan “Wak” dan juga singkatan dari sapaan Sobat untuk “Sob” inilah yang membuat komunitas baru yang “aneh” dan “gokil” ini tercipta. Awalnya ada sekitar 14 orang yang ikut ambil bagian dalam kelompok ini yang tentunya masih dalam ruang lingkup satu kelas. Mereka adalah Adinda, Benny, Choms, Christian, Daniel, Dewi, Eka, Eksu, Grace, Hamdy, Hery Nanda, Marlin, Misbahudin, dan Vista. Hahahaha... Bisa dibilang ini grup belajar yang cukup besar dalam satu kelas. J
            Ada yang datang, dan ada juga yang pergi. Seiring dengan berjalannya waktu, anggota dalam grup ini pun berganti karena tak ada yang selamanya abadi toh. Banyak hal dan alasan yang diterima ketika beberapa anggota keluar dari grup ini. Ada yang karena sudah kuliah di universitas lain, dan ada pula yang merasa tidak terlalu cocok untuk terus bergabung. Tapi itu tidak menjadi masalah, karena kami menyadari bahwa semuanya tetap adalah teman, walau tidak sering menghabiskan waktu bersama lagi. Dan juga karena grup ini bukan kantor yang punya birokrasi ketat dimana kalau tidak cocok, bisa dimaki, diberi sanksi, bahkan di-PHK sesuka hati. Ya... Walau ada yang keluar, tapi ada juga yang masuk kan? Dan kali ini jumlahnya sebanding. Equal! Dua orang yang keluar dan dua orang yang masuk. Mereka adalah Korina dan Yohanna, dua orang wanita yang “cukup gila” dan “gokil” yang berani untuk memulai lembaran baru mereka selama di kampus bersama teman-teman gokil dalam grup ini.
            Dari tadi kalian pasti bertanya, gokilnya itu seperti apa sih. Hahaha... Coba bayangkan jika dalam satu kelas itu, troublemaker-nya ada 14 orang. Dan semuanya saling “umpan” lawakan yang setiap hari pasti ada lah “korban”nya.  J Ntah jadi apa lah kelas itu jadinya kan? Sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Tetapi justru dari lelucon itulah kelangsungan Wak Sob Community ini tetap berjalan. Ya... Awalnya memang ada beberapa orang yang sakit hati jika di-“kick” dan merasa tidak terima dengan perlakuan beberapa temannya. Katanya teman, tapi kok gitu sih. Seperti itulah kata-kata yang dapat dideskripsikan. Dan untungnya setiap orang dalam grup ini mampu menyelesaikan masalah tanpa masalah. (Seperti moto salah satu perusahaan aja.) Hehehehe....
            Yang membuat grup ini sulit untuk dilupakan walau mereka akan berpisah di ujung wisuda nanti adalah kebersamaan dan pelajaran dari setiap masalah yang telah mereka lalui. Kenangan selama mengerjakan tugas-tugas kuliah, “ribut” di kelas, ngaso di DPR Audit (Di bawah Pohon Rindang), dan perayaan ulang tahun ini bisa membangkitkan rasa rindu di masa depan. Dimana semuanya itu takkan terulang dua kali. Selain kenangan akan kebersamaan tadi, ada juga pelajaran tentang hidup yang mampu mendewasakan diri mereka masing-masing yang tentunya dengan cara mereka sendiri. Ada yang tidak lagi menjadi orang yang cengeng jika diberi lelucon tentang dirinya, ada yang menjadi lebih mampu menahan amarahnya, ada yang menjadi tidak terlalu sensitif, ada yang menjadi lebih bijaksana, ada yang menjadi lebih royal dan tidak pecicilan, serta ada pula yang  akhirnya “bisa keluar dari sarangnya” walau hanya sebentar. Sungguh pelajaran berharga yang tidak dapat kita temukan di dalam kelas selama kuliah. Mana ada kan nama mata kuliah ANGER MANAGEMENT yang diampuh salah satu dosen kita dimana kita disuruh untuk bisa menahan amarah kita. Walau di-bully, dimaki, dipukuli, dan digelitiki pakai silet, kita tidak marah. Mana ada! Kecuali di jurusan Psikologi mungkin ada.
            Nggak gampang melalui semuanya itu tanpa adanya pengertian. Banyak hal yang harus dimengerti agar bisa mencapai level tertinggi dari hubungan persahabatan itu sendiri. Dimana kita harus tahu kapan waktu yang pas untuk bercanda, topik pembicaraan seperti apa yang harus dibahas, dan bagaimana setiap masalah itu harus diselesaikan. Cukup sulit memang. Tapi tidak sesulit bermain Russian Roullette ataupun membeli “kucing dalam karung” dimana lebih sering salah daripada benarnya karena lebih mengutamakan luck daripada experience-nya. Seperti itulah rumus-rumus yang harus dipelajari agar bisa bertahan sampai akhir. Walau tidak sesulit rumus matematika ataupun fisika, tapi tetap menjadi tantangan tersendiri selama kuliah.
            Tak terasa delapan semester telah dilalui bersama. Suka dan duka telah dijalani dengan hati yang lapang walau jalan penuh lubang. Lalu sebuah pertanyaan pun muncul. Mengapa hari ini harus berlalu? Hari-hari dimana kita bersatu dengan utuh. Kadang kebersamaan ini dilalui sedikit tanpa logika dan penuh tanda tanya. Apakah kita akan selalu bersama? Hmmm.... Sedikit perih dan hampir menjadi elegi. Tapi cinta dan cita kita akan selalu tetap ada. Bersama memori yang masih bisa menyimpan rekaman-rekaman suka dan duka kita, aku akhiri cerita ini.

                                                                                     #Medan, 25 Agutus 2012 – 01:35
                                                                                     Benny Jefri Wijaya Hutabarat
                                                                                     081222210002
                                                                                     tribute to Wak Sob Community

NB: Juara kedua Lomba Karya Tulis UKMKP UP-FBS 2012